Weblog | Members area : Sonny Dogopia | Sign in

"...I Believe in my life, with Jesus christ..." ~Sonny Dogopia's Motto~


SURAT UNTUK PEMIKIR "KEPENTINGAN" PRIBADI

Minggu, 29 April 2012

Share this history on :

Oleh: Waiyai Dogopia*)


(Foto: google.com)



Tulisan ini adalah surat untuk para pemikir kepentingan pribadi. Sekaligus sebagai pengingat, buat kita semua. Maksud dan tujuannya adalah agar kita semua bisa mengantisipasi kedepan dan menjadikan hidup ini milik ”bersama”.

Penulis juga memohon maaf jika tulisan ini membuat pembaca; tersinggung, depresif, dan membuat pembaca terganggu. Mohon maaf juga apabila tulisan ini tidak sesuai dengan aturan jurnalis, aturan penulisan (EYD) dan kata-kata nya tidak teratur/tidak sesuai.

Sifat dari tulisan ini adalah membangun. Jadi, kritik dan saran penulis terima apa pun itu.

Saat itu, sewaktu masih di asuh oleh mama sampai pada bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), saya dibentuk / diarahkan oleh orang tua saya untuk menjadi seorang yang nantinya membahagiakan orang tua. Saat itu, saya hanya bisa; menangis, mendengar, melanggar, dan belajar. Yang mana, hanya bisa diarahkan.

Dan saya hanya ada pada keadaan itu, terbentuk sesuai dengan keadaan saat itu. Saat di Bangku Sekolah Menengah Atas/Umum (SMA/U) saya baru mulai sadar bahwa realita ini sedang berkolaborasi antara “depan layar dan belakang layar.”

Untuk menjadi orang yang baik dihadapan orang tua adalah berkelakuan baik dan berjalan di jalan yang benar. Kita tahu bahwa orang tua adalah wakil dari Allah Tritunggal. Jadi, apa yang kita lakukan positif maupun negatif telah, sedang, dan akan dipertanggung jawabkan di akhirat. Karena, hidup ini hanya sekali di Bumi bertopeng ini. Jadi, saya pastinya ikuti yang sifatnya, “depan layar,” jikalau sifatnya “belakang layar” apa yang harus saya katakan ke Tuhan nanti, saat ajalku tiba.

Saat saya masih diasuh mama sampai pada SMP, saya diajarkan memilih jalan yang benar dan berkelakuan baik. Jadi, tidak salah, kalau saat ini saya pun demikian.

“Selagi masih bernafas, masih bisa makan walaupun sehari se-kali, dan masih bisa saling menyapa, Apa yang seharusnya kita perbuat…?” itulah kata yang keluar dari Bapa saya, pertanyaan yang bermakna membuat saya menjadi lebih tenang dan semangat dalam hidup yang penuh dengan teka-teki ini.

Teringat akan sebuah film, “Tokoh Besar” di mana saat Yohanes Pemandi, anak dari Marta, sedang mempermandikan penduduk Nasaret satu per satu. Saat itu munculah para prajurit-prajurit pengumut/penagih pajak dan hendak memeras salah seorang fakir miskin. “hai kau ular beludak,” kata Yohanes. Yohanes menghampiri mereka dan berdebatlah mereka di sana.

Yohanes Pemandi memberikan pencerahan agar tingkah laku mereka segera diubah. ”Jika engkau memunyai dua buah baju, berikanlah satu ke yang tidak punya” Kata Yohanes Pemandi. “Cukupkanlah dirimu dengan gajimu,” Tambahannya sambil menuju Sungai Yordan, yang mana dipakai untuk permandian penduduk nasaret saat itu.

Memang seharusnya demikian dalam hidup ini. Namun, faktanya tidak demikian. Seperti pada tulisan sebelumnya, “Rupiah Membunuh Jiwa Kemanusiaan Ku.” Semua permasalahan, persoalan, biasa yang menjadi otaknya adalah “para pemikir kepentingan,” merekalah akar/sumbernya.

Perebutan jabatan, persaingan yang tidak sehat, egois, dan kawan-kawannya adalah karena memikirkan nilai rupiah, memikirkan kepentingan pribadi yang sifatny sesaat saja. Dampak dari ini semua ada pada anak dan cucu kita serta masyarakat yang tidak tahu apa-apa menjadi korban.

Kehidupan ini dinamis, berubah-ubah, tidak selalu konstan. Kehidupan ini penuh teka-teki, penuh pertanyaan. Kehidupan ini perlu pikir, perlu bernafas, perlu makan. Kehidupan ini sebenarnya menjadikan kita sebagai manusia yang jujur, adil, penuh damai. Kehidupan ini sempurnah bila seiring dengan cinta, kasih, sayang, pemerhati, penuh damai.

Namun, kehidupan ini tidak membutuhkan nilai rupiah. Kehidupan ini tidak mengajarkan mementingkan pribadi, kehidupan ini malah mengajarkan kita untuk melawan, ”KEPENTINGAN PRIBADI.” Karena, pada umumnya hal ini dapat mengorbankan banyak orang termasuk anak dan cucu kita.

”...Kehidupan yang sedang kita jalani saat ini adalah kehidupan yang kita jalani kemarin. Dan kehidupan yang akan kita jalani besok adalah kehidupan yang sedang kita jalani saat ini. Jadi, baik maupun tidak baik kehidupan kita ada ditangan kita dan biarkan semua itu terjadi menurut kehendak-NYA...”  ~Waiyai Dogopia~
Thank you for visited me, Have a question ? Contact on : youremail@gmail.com.
Please leave your comment below. Thank you and hope you enjoyed...

1 komentar:

bpk muliadi mengatakan...

KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.الالله صلى الله عليه وسلموعليكوتهله صلى الل

KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.الالله صلى الله عليه وسلموعليكوتهله صلى الل


KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.الالله صلى الله عليه وسلموعليكوتهله صلى الل


Posting Komentar

:.Kawan, ko penting. Beri Komentar ee?.:

::.. Komentar mu lebih berharga dari Harta dan Jabatan. Thanks... ;-) ..::